| Background Puncak Merapi |
Kemarin kami baru saja turun gunung, acara yang sudah kami rencanakan akhirnya terlaksana. Meskipun ada beberapa teman yang tidak bisa ikut karena ada hal lain. Tanggal 30 Maret 2013 setelah melaksanakan sholat ashar di masjid RSUD Kota Semarang, kami berempat (Nono, Nug, Kus dan Priyo) berangkat menuju pos pendakian gunung Merapi di Selo, Boyolali, Jawa Tengah, dengan mengendarai 2 buah sepeda motor.
Melewati jalan yang padat karena akhir pekan akhirnya kami sampai di Selo sekitar pukul 18.30 WIB. Sebelumnya kami mampir di Cepogo untuk membeli bekal makanan dan minuman. Sampai di Selo kami langsung menuju warung makan karena ada diantara kami yang sehari ini belum makan. Tanpa menunggu lama makan ayam goreng/lele goreng dengan teh panas bisa mengurangi dinginnya udara malam itu.
Perut sudah kenyang kami masih membungkus nasi untuk bekal di gunung nanti, lalu kami langsung menuju basecamp pendakian untuk registrasi. Suasana basecamp sangat ramai, karena di luar hujan maka di dalam penuh para calon pendaki malam ini. Ketika registrasi saya sempat menghitung kira-kira hari ini yang sudah registrasti lebih dari 80 orang 'wah ramai sekali'. Karena basecamp penuh kami menitipkan motor kami memutuskan untuk packing di New Selo.
Di New Selo kami segera packing dan sholat magrib & isya' dulu sebelum naik. Alhamdulillah hujan sudah reda, kami segera menapaki terjalnya medan gunung Merapi. Dengan hati senang dan beban berat di punggung, kami melangkah pelan namun pasti. Setelah sekian jam berjalan dan sesekali istirahat sekitar pukul 01.30 WIB kami memutuskan mendirikan tenda. Kami tidur dalam dinginnya suhu yang kami lihat di termometer 10° C. Pukul setengah lima kami bangun untuk melanjutkan perjalanan ke puncak.
| SunRise |
Setelah sholat subuh kami siapkan sedikit bekal untuk di bawa, karena Nug merasa tidak kuat untuk naik maka dia jaga tenda dan tidak ikut naik ke puncak. Kami bertiga merasakan dinginnya udara menusuk ke tulangkeluar dari tenda. Beberapa saat kami berjalan kami sampai di pos Pasar Bubrah saat matahari mulai muncul. Di sini kami bertemu banyak sesama pendaki yang telah sampai lebih dulu atau memang mendirikan camp di sini.
| Merangkak |
| Menapaki Kerikil |
| Kawah |
Sinar matahari mulai terasa hangatnya, saat kami berjalan meninggalkan
pos Pasar Bubrah. Di depan kami terlihat terjalnya trek terakhir menuju
puncak. Jalurnya sudah berbeda dari saat saya terakhir dahulu ke sini.
Setelah adanya erupsi tahun 2010 yang lalu yang ada di sini hanya
kerikil dan pasir, sehingga terasa berat untuk di lalui. Apalagi saat
kami salah ambil jalur, ketika melalui jalur berupa kerikil yangsaat di
injak selalu runtuh, hampir saja kami memutuskan untuk turun dan tidak
melanjutkan perjalanan. Tapi dengan saling menguatkan kami akhirnya
memutuskan untuk tetap naik. Alhamdulillah perjuangan berat kami hilang
saat kami sampai di puncak.
Tak lama kami di puncak setelah puas menikmati keindahan, cukup beristirahat dan puas berfoto kami segera turun kembali ke tenda untuk berkemas. Sampai di tenda kami sempat buat kopi, mie, sarden dan makan alias sarapan. Setelah makan kami segera mengemasi barang dan tenda kami, kami turun gunung untuk kembali ke pos awal di Selo.
| Makan Pagi |
| Turun |
| Bongkar tenda |
Sampai di Selo kami sekitar jam setengah dua siang, kami memutuskan ambil motor dan ke masjid untuk bersih diri dan sholat. Kami melanjutkan perjalanan ke semarang, jam lima sore kami sampai di RSUD untuk segera menuju rumah masing-masing.
Demikian kisah perjalanan kami, sebagai catatan dan berbagi kisah.
Salam Lestari!!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar