Indahnya Mahameru
Kamis, 17 Juni 2010 akhirnya sebuah keinginan dilaksanakan yaitu ke puncak Gunung Semeru “MAHAMERU” yang ada di Jawa Timur. Setelah sekian lama akhirnya Aq bersama ketiga temen (Nugroho, Priyo dan Emma)
berangkat juga menuju ke Semeru. Sebelum jam 21.00 kami sudah berada di
stasiun Poncol Semarang karena sesuai jadwal kereta ekonomi “Matarmaja” dari Jakarta akan singgah di stasiun ini, meskipun akhirnya terlambat beberapa saat (sudah biasa….).
Seperti yang sudah kita ketahui suasana
dalam kereta ini wuiiihhhhh penuh sesak oleh penumpang, pasti anda sudah
tahu apa yang terjadi, kami hanya bisa berdiri, tapi dari pada
berdesak-desakan dalam gerbong yang baunya sangat menyengat akhirnya
kami memutuskan duduk di luar gerbong alias di pintu sambungan gerbong
paling belakang. (Ada pengalaman pertama juga saya tayamum dan sholat
subuh di dalam kereta).
Setelah menikmati angin malam di atas
kereta akhirnya sekitar jam 8 pagi hari Jumat, 18 Juni 2010 kami tiba di
stasiun Kota Baru Malang. Perjalanan kami lanjutkan ke pasar tumpang
dengan naik angkot. Sebelum jam setengah 11 siang kami sudah di pasar
Tumpang, kami lalu menuju masjid untuk mandi dan sholat jumat. Setelah
itu kami makan dan cari informasi untuk ke Ranu Pane. Akhirnya kami
ketemu temen dari Sidoarjo mas Joko dan Icha (adiknya) lalu kami sepakat
sewa truk untuk menuju Ranupane.
Perjalanan dari Ranu Pane ke Ranu Kumbolo
lumayan berat, baru tengah malam kami nyampai di danau Ranu Kumbolo.
Karena badan sudah capek langsung kami buka tenda dan istirahat. Pagi
hari dalam dinginnya udara kami bangun untuk menikmati indahnya danau
ranu kumbolo. Setelah sholat subuh kami ngopi dulu, lumayan untuk
penghangat tubuh sambil menunggu datangnya sinar mentari.
Wow fantastic, sinar mentari yang hangat
menerpa dua bukit di ujung danau, semua yang ada di situ takjub
memandang keindahan ala mini tanpa sedikitpun merasa bosan. Di pinggir
danau sambil menikmati indahnya danau dari dalam tenda kami menikmati
kopi dan mie instan (makanan pokok kami saat mendaki gunung). Ada
diantara pendaki yang menyempatkan memancing di pinggir danau bersama
beberapa warga yang sengaja datang dari kampung di bawah sana.
Sebelum matahari semakin tinggi
meninggalkan tempat terbitnya kami harus segera melanjutkan perjalanan
kami ke pos selanjutnya yaitu di pos Kalimati. Panorama di sepanjang
jalur ini sungguh luar biasa, tepat di sebelah danau Ranu Kumbolo kami
harus melewati tingginya ‘Tanjakan Cinta’ hemmmm nama yang indah seindah
pemandangannya. Meskipun ada mitos kalau kita berjalan sepanjang
tanjakan ini tanpa menoleh ke belakang maka akan dekat jodohnya, tapi
mitos itu tidak berlaku bagi saya dan juga teman2 saya. Tanpa peduli
mitos kami sempatkan menoleh kebelakang atau sejenak menikmati indahnya
danau dari tanjakan cinta. Sekali lagi kami hanya bisa berdecak kagum
menyaksikan ciptaan Allah yang indah.
Lepas dari terjalnya tanjakan cinta kami
bisa sedikit bernafas karena track menurun sampai kami di ‘Oro-oro
ombo’, hamparan dataran yang di tumbuhi berbagai rumput dan beraneka
bunga ada di depan kami. Kami seperti tenggelam di antara tingginya
tumbuhan di sepanjang trek yang kami lalui. Sampai di ujung oro-oro ombo
kami tiba di cemoro kandang yang merupakan hutan pinus.
| Ciplukan |
Di sini kami sempatkan memetik buah
ciplukan (gak tahu kalau anda menyebutnya lain). Akhirnya kami tiba
juga di pos Kalimati sekitar pukul 13.00 WIB, Jalur dari Ranukumbolo
sampai kalimati cenderung landai. Sampai di kalimat kami mendirikan
tenda (untung ada tempat kosong dalam pos jadi berkurang tiupan angin).
Karena persedian air kami yang tinggal sedikit saya bersama seorang
temen menuju sumber air mani (ternyata lumayan jauh, capek juga kami
harus berjalan) tahu begini kami bawa air lebih banyak dari danau Ranu
Kumbolo.
| Kalimati |
Pos kalimati ini adalah batas ijin dari
TNBTS, itu artinya resiko setelah pos ini menjadi tanggungjawab para
pendaki sendiri-sendiri. Tapi kami sudah berniat jauh sebelum berangkat
untuk sampai di puncak mahameru. Lalu kami istrahat menunggu malam untuk
melanjutkan jalan ke puncak semeru. Tepat jam 02.00 dini hari kami
bangun, dinginnya udara malam ini yang menusuk tulang seakan membuat
kami enggan untuk keluar dari tenda. Tapi kami punya tujuan yang
menguatkan kami untuk segera beranjak menuju puncak tertinggi di pulau
jawa.
Beberapa saat kami meninggalkan pos kalimati, jalur terjal menjadi
tantangan bagi kami. Sebentar berjalan nafas sudah ngos-ngosan, sebentar
kami berhenti lalu kami terus melangkahkan kaki dalam dinginnya udara
malam ini. Hampir tiga jam kami berjalan akhirnya kami sampai di
Arcopodo dan setelah itu sampailah kami di batas vegetasi. Tempat ini
dinamakan Cemoro Tunggal karena dulu ada satu pohon yang digunakan
pendaki sebagai penanda untuk turun dari Puncak Semeru, tapi kini pohon
cemara itu sudah tidak ada.| Beratnya Trek Terakhir |
Kini di depan kami terlihat gudukan pasir
yang cukup tinggi, dari sinilah awal jalur terberat menuju puncak.
Jalur yang terlihat tidak begitu jauh namun ketika kami lewati
memerlukan waktu lebih dari 3 jam. Tiap kami melangkahkan kaki satu
langkah di atas jalur pasir maka akan mundur ½ nya, maka sama saja kami
menempuh 2x jarak yang sesungguhnya. Belum sampai setengah jalur puncak
ini matahari sudah mulai terbit, diantara kami hampir saja memutuskan
berhenti dan kembali turun, tapi saya tetap nekat untuk naik. Memang ada
larangan di puncak melebihi jam 8.00 karena gas beracun sudah mulai
keluar pada jam tersebut. Saya minta kamera yang di bawa teman saya lalu
saya berusaha berjalan cepat untuk sampai di puncak.
Akhirnya beberapa menit dari jam delapan saya sampai di puncak di
ikuti rekan-rekan yang akhirnya sampai juga. Kami berteriak penuh haru
dan bahagia karena hari ini kami berada di tanah paling tinggi di pulau
Jawa.Setelah sejenak beristrahat dan berfoto untuk mengabadikan momen ini, kami segera bergegas turun karena jam sudah menjelang 08.30 WIB. Perjalanan turun lebih cepat dari pada naik, kami berlari, berlomba untuk segera sampai d tenda yang kami tinggalkan.
Sebelum tengah hari kami sampai di
kalimati dan segera membongkar tenda dan bergegas meninggalkan
Kalimati. Perjalanan ami lanjutkan sampai di Ranu Kumbolo sekitar jam
15.00, kami istirahat sambil menikmati segarnya air danau (meskipun
terik matahari, air tetap saja dingin). Tidak bisa lama-lama kami di
danau segera kami melanjutkan perjalanan menuju Ranu Pane, hinggi kami
sampai di pos saat isya’. Kami membuka tenda untuk istirahat.
| Bebas dari sesaknya Kereta |
Pagi hari sesuai janji sopir truk
penjemput kami datang. Kami kembali ke pasar Tumpang dengan truk yang
sama saat kami berangkat. Untuk mengejar waktu kami lanjutkan
perjalanan ke Terminal Arjosari Malang untuk kemudian menuju Stasiun
Kota Baru. Setelah sampai stasiun dan tahu jadwal kereta ke semarang
yaitu jam 15.00 kami istirahat dan mencari makan di sekitar stasiun.
Akhirnya kami kembali ke Semarang dengan kereta Martamarja, tengah malam
kami sampai di Stasiun Poncol, semarang.
Begitulah cerita perjalanan kami menuju puncak tertinggi di pulau jawa atau sering juga disebut ‘Puncak Para Dewa’.
Puncakkkk……
|
Tanjakan Cinta
|
| Pagi di Ranukumbolo |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar